SBMPTN 2013 GAGAL.. SBMPTN 2014 GAGAL JUGA !!
Siapa sih yang tidak mau hidupnya sesuai dengan angan yang kita
impikan. Menjadi ini, menjadi itu, ingin ini, ingin itu, dan terwujud dalam
hitungan detik (lebay gk mungkin lahh). Menginginkan hal yang sempurna. Yahh,
setiap manusia pasti menginginkan itu. Termasuk kesuksesan. Tapi ingat, jangan
hanya mengejar kesuksesan dunia, kesuksesan akhirat juga sangat penting.
Tahun lalu (2013), tahun kelulusanku sekolah. Tahun dimana semangatku
berkobar-kobar untuk meraih impianku. Antara kuliah dan kerja. Pasti dihadapkan
dua pilihan itu. Yapp, keputusanku buat kuliah. Huhh
langsung, browsing universitas mana dan fakultas apa yang tepat. Berhubung aku
terlahir dari kejuruan/ SMK jurusan administrasi. Niat buat jadi administrator
handal adalah impianku. Langsung bla bla bla dengan bismillah ambil fakultas
manajemen di Univ X. Kesempatan pertama tetep ikut jalur undangan. Eh ternyata
belum rejeki. Akhirnya berlanjut ikut tes SBMPTN. Kata pepatah, mati satu
tumbuh seribu dan kegagalan awal dari kesuksesan. Jalur undangan gagal, siapa
tau SBMPTN nya lolos. Sudah modal PD dan latihan extra ternyata masih belum
rejekiku juga. Terpaksa kugantungkan impianku buat memakai jas almamater tahun
ini.
Langsung mengerut semangatku. Saat itu ibu hanya bisa bilang “sabar
ya nak, dicoba lagi tahun depan. Kerja aja dulu, cari pengalaman”.
Kerja ..?? kerja apa?? Kerja dimana?? Anak ingusan baru lulus
sekolah, memang ada yang mau. Tenang, itu pikiranku tahun lalu. Selanjutnya,
aku buat lamaran kerja. Di titipin pak satpam sekolah A, sekolah B. Siapa tau
butuh staff TU ya kan?? Singkat cerita, ada saudaraku yang menawarkan pekerjaan
kalau di kantornya lagi butuh tambahan pegawai. Aku disuruh langsung datang aja
ke kantor dan langsung tes. Dengan niat bismillah dan bekal ilmu pengetahuan
dan keahlian yang aku milik. Percaya deh, Tuhan pasti memiliki rencana yang
sangat indah. Aku diterima kerja di Kantor X. Tepatnya awal September tahun
lalu. Thanks buat saudaraku itu yang sudah memberikan pengalaman yang sangat
berarti dalam hidupku and I love you my sist.
Terus cerita SBMPTN yang sekarang (2014) gimana??
Tenang kawan. Aku mau
bagi-bagi pengalamanku selama kerja disana di Kantor X itu. Jadi disana aku di
training selama tiga bulan. Jadi staff administrasi di bidang developer,
tepatnya perumahan. Membuat laporan keuangan harian, laporan keuangan Bank,
melayani pembayaran angsuran uang muka dari pemilik kavling (pemesan blok di
perumahan), menerima telepon masuk, dll. Menghadapi orang yang baru dikenal,
berusaha melayani dengan senyuman walau pemilik kavling perumahan sedang
marah, apalagi kalau menyampaikan keluhan. (seniorku sih yang menghadapi,
kalau aku disampingnya, kan masih masa training. Tidak semua pemilik kavling
seperti itu. Setiap orang kan berbeda-beda). Begitu banyak pengalaman yang
didapat hingga sulit diungkapkan kata-kata. Sayangnya, aku bekerja disana hanya
8 bulan. Kenapa cuma 8 bulan? Kenapa harus resign ?? sulit tau cari pekerjaan
jaman sekarang. Kenapa?? Karena aku pengen kuliah di tahun 2014 ini. ( silahkan
ketawa, pemikiran yang aneh, sudah enak-enak kerja disitu, jadi pegawai tetap
pula. Gara-gara pengen kuliah, hahaahaa. Lucu mbak kamu. Hahaaaa ). Sebenarnya
ada satu alasan lain juga kenapa aku harus keluar dari kantor itu ( sorry tapi
hanya aku dan Tuhan yang tau ). Thanks juga buat seniorku di kantor.
Mbak-mbak yang sudah baik sekali sama aku selama aku kerja disana. Merasakan dunia
kerja selama 8 bulan membuat aku berpikir lebih dewasa. Banyak hal yang
sebelumnya membuatku penasaran. Terjawab sudah, tapi aku belum puas dengan
semua itu. Aku harus mencari pengalaman lebih luas, lebih banyak, dan banyak.
Lanjut di SBMPTN 2014. Akhirnya aku daftar lagi tahun ini. Bla bla bla,
sudah sebulan lebih latihan soal-soal sbm. Dengan niat keinginanku buat kuliah
tahun ini, ternyata ANDA DINYATAKAN TIDAK LULUS SBMPTN 2014. Alhamdulillah (lho
kog alhamdulillah, error ya mbak). Apapun hasilnya, aku harus percaya itu
yang terbaik. Berarti aku harus gantungkan lagi impianku buat memakai jas
almamater.
Belajar pengalaman tahun lalu. Yang sempat menangis tiga hari tiga
malam, gara-gara dinyatakan tidak lolos juga. Ngapain coba seperti itu. Sia-sia
juga... toh tidak bisa merubah semuanya. Dan harap maklum, karena pada saat itu
baru mengetahui dunia luar. Bayanganku sebelum pengumuman sbm tahun lalu, wahh
kalau aku lolos sbm, terus masuk fakultas manajemen di univ favorit. Bisa jadi
administrator handal. Asik tu kayaknya. Trus jadi PNS, pegawai tetap negara,
dapat gaji tetap pula. Hahaa lebay woe. Ibarat mesin pencetak uang kalau
gitu. Tapi tenang, itu pemikiranku tahun lalu.
Dan pengumuman yang sekarang tahun ini tepatnya 16 Juli 2014. Setelah
tau aku dinyatakan tidak lulus SBMPTN 2014. Huaaa disyukuri saja. Apapun hasil
yang aku peroleh mungkin itu yang terbaik. Bukan berarti aku mempersiapakan
untuk gagal. Aku sudah berusaha, berdoa dan belajar lagi dengan
sungguh-sungguh. Tapi mau gimana lagi, harus terima kenyataan kan.. kalau ternyata
belajarku masih kurang, dan dijadikan bahan revisi lagi. Mencoba menguatkan
diri. Itu yang terbaik, percaya Allah pasti merencanakan sesuatu yang indah
akan terjadi.
Berani mencoba dan mencoba apa salah??
Kalau takut melangkah, kapan bisa mencapai apa yang dituju. Entah itu
ada lubang besar, jurang, laut.. kita harus tetap melangkah. Coba lihat
bagaimana seorang bayi yang mencoba berjalan. Pasti beberapa kali dia terjatuh.
Manusia juga seperti itu, pasti pernah terjatuh. Dan hanya menusia terbaiklah
yang mampu bangkit dari kejatuhannya itu. Manusia terbaik adalah manusia yang
selalu berlatih dan tidak mengenal kata putus asa.
Jangan dengarkan orang lain. Dengarkan kata hatimu sendiri. Kamu ingin
jadi apa, itu yang harus kamu pegang. Tapi juga kamu perhatikan sekelilingmu. Seberapa
beruntungnya kamu sekarang. Masih banyak orang yang belum beruntung diluar
sana.
Begini, coba deh nikmati dan syukuri setiap detik yang kamu jalani.
Pasti kamu bisa merasakan ketenangan. Nah, itu yang aku inginkan saat ini. Aku tidak
mau menjadi manusia yang rugi nantinya, yang tidak memperdulikan waktu dan
membuat penyesalan akhirnya. Aku akan lebih memanfaatkan waktu yang ada dan
menerima kegagalanku untuk kedua kalinya, lebih banyak memikirkan hal-hal
positif dan membuat sesuatu yang bermanfaat. Life must go on!! Masih dua kali
gagal. SEMANGAT SEMANGAT !!! Kita yang masih muda, tegapkan kepala, dan
berjalan dengan percaya diri oke.
Jadi ingat pesan dari Bapak Thomas Alfa Edison, "Betapa
banyak orang yang menyerah padahal hanya perlu beberapa langkah lagi untuk
sampai pada keberhasilan." Dan satu kalimat bijak dari beliau, "Saya
pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal." Beliau
sampai melakukan percobaan seribu kali untuk menciptakan bola lampu. Seribu coba
bayangin. Aku masih belum apa-apanya.
SEMANGAT okee..
Dan Sukses buat kalian semua..